
SAPEKEN, Transjatim.com – Puskesmas Sapeken terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui pendampingan Integrasi Layanan Primer (ILP) di posyandu yang menjangkau tujuh desa di wilayah kepulauan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Pendampingan tersebut dilaksanakan pada Kamis–Jumat, 11–12 Juni 2026, dengan melibatkan kader posyandu sebagai peserta. Kegiatan ini didukung oleh petugas promosi kesehatan (promkes), bidan desa, dan perawat desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun tujuh desa yang menjadi sasaran pendampingan meliputi Desa Sapeken, Saur Saebus, Sepanjang, Saseel, Sabuntan, Paliat, dan Sadulang.
Melalui kegiatan ini, para kader mendapatkan pembinaan untuk mendukung penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), yakni pendekatan pelayanan kesehatan yang dirancang agar dapat menjangkau seluruh tahapan kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, usia dewasa, hingga lanjut usia (lansia).
Pendampingan juga menitikberatkan pada penerapan lima langkah standar pelayanan posyandu. Penerapan standar tersebut diharapkan dapat membantu kader menjalankan tugas secara lebih terarah, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendukung deteksi dini terhadap masalah kesehatan di tengah masyarakat.
Keterlibatan promkes, bidan desa, dan perawat desa menjadi bagian penting dalam memberikan pembinaan serta memperkuat koordinasi antara tenaga kesehatan dan kader posyandu.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, Puskesmas Sapeken diharapkan mampu mendorong pelayanan kesehatan yang semakin terintegrasi, merata, dan mudah dijangkau masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah kepulauan.
Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya peran kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga kebutuhan kesehatan warga dapat terpantau sejak dini di setiap tahapan kehidupan.
Editor : Liamsan











Komentar