
SUMENEP, Transjatim.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai merancang sistem transportasi terintegrasi bertajuk Sumenep Connect. Program yang digagas melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sistem transportasi tersebut dirancang untuk menghubungkan layanan Trans Jatim dengan berbagai moda transportasi di Sumenep, termasuk akses menuju pusat kota, kawasan wisata, pasar, dan pelabuhan.
Kepala Disperkimhub Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menyampaikan bahwa Sumenep Connect disiapkan sebagai layanan angkutan umum yang aman, nyaman, dan memiliki konektivitas antarmoda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Feasibility Study Rencana Induk Terminal Tipe C dan Sumenep Connect di ruang rapat Disperkimhub, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, pengembangan sistem ini juga mencakup rencana mengaktifkan kembali sejumlah subterminal untuk memperkuat jangkauan layanan transportasi.
Lima Koridor Jadi Prioritas
Dalam perencanaannya, Sumenep Connect akan memiliki lima koridor utama.
Koridor pertama, City Heritage, menghubungkan terminal dengan pusat kota, Keraton Sumenep, Masjid Agung, dan Asta Tinggi.
Koridor kedua, Wisata Selatan, melayani rute menuju Kecamatan Saronggi, Bluto, Pragaan, hingga Tugu Keris Pragaan.
Koridor ketiga, Wisata Lombang, menghubungkan terminal dengan Kecamatan Gapura, Batang-Batang, dan Pantai Lombang.
Koridor keempat, Wisata Slopeng, dirancang untuk menghubungkan terminal dengan kawasan Pantai Slopeng.
Sementara itu, koridor kelima, Konektivitas Pelabuhan, menghubungkan terminal, pusat kota, Kalianget, hingga Pelabuhan Kalianget sebagai salah satu pintu gerbang transportasi menuju wilayah kepulauan Sumenep.
Ditargetkan Beroperasi pada 2027
Dadang optimistis, keberadaan Sumenep Connect dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat melalui kemudahan akses transportasi. Konektivitas yang lebih baik diharapkan mendukung aktivitas perdagangan, pariwisata, serta mobilitas warga dari dan menuju berbagai wilayah.
Pemkab Sumenep menargetkan sistem transportasi tersebut dapat direalisasikan dan mulai beroperasi pada 2027.
Pemerintah daerah berharap masyarakat nantinya dapat memanfaatkan layanan ini sebagai alternatif transportasi umum yang lebih terjangkau, aman, dan nyaman.
Jika terealisasi sesuai rencana, Sumenep Connect diharapkan tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga memperkuat hubungan antara pusat kegiatan ekonomi, destinasi wisata, dan kawasan kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Editor : Liamsan











Komentar