Sambut Hari Jadi ke-757, ASN Sumenep Wajib Berbusana Adat Keraton Selama Tiga Hari

- Penulis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sambut Hari Jadi ke-757, ASN Sumenep Wajib Berbusana Adat Keraton Selama Tiga Hari poto hasil tangkapan layar (Media Center)

SUMENEP, Transjatim.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai non-ASN, dan pegawai BUMD mengenakan Baju Adat Keraton selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep sekaligus upaya memperkuat identitas budaya dan melestarikan warisan leluhur.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa penggunaan busana adat bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kecintaan terhadap sejarah dan kebudayaan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Baju Adat Keraton bukan sekadar pakaian tradisional, tetapi simbol sejarah dan kebesaran budaya yang menjadi bagian penting dari jati diri masyarakat Sumenep,” kata Fauzi kepada Media Center, Kamis (29/10/2026).

Melalui Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2026, Pemkab Sumenep juga mengimbau pegawai instansi vertikal, BUMN, serta dosen dan guru di lembaga pendidikan swasta untuk mengenakan Baju Adat Keraton lengkap.

Sementara itu, mahasiswa dan pelajar diwajibkan mengenakan Batik Sumenep pada 30–31 Oktober 2026.

Ketentuan tersebut dikecualikan bagi ASN dan non-ASN yang membutuhkan seragam khusus dalam menjalankan tugas, seperti tenaga medis saat melakukan operasi, anggota Satpol PP, serta petugas pemadam kebakaran di lapangan.

Bupati berharap, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan peringatan Hari Jadi Sumenep lebih bermakna sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

“Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya, menumbuhkan kebanggaan daerah, dan meneruskan nilai-nilai luhur Keraton Sumenep kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

Editor : Liamsan

Follow WhatsApp Channel transjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ombudsman RI Turun ke Dinas PUPR Sungai Penuh, Pelayanan Publik Dievaluasi.
Dua Dugaan Korupsi Disorot JASTRA, Kejari Sumenep Janji Selidiki Ulang Rumah Produksi
Sumenep Connect Disiapkan, Lima Koridor Transportasi Bidik Konektivitas Wisata dan Pelabuhan
Musim Kemarau Rawan Kebakaran, Bupati Sumenep Tegas Larang Bakar Lahan dan Daun Kering Sembarangan
Pendaftaran Calon Komisaris Utama PT Sumekar Diperpanjang hingga 2 November
Polresta Sumenep Gelar Apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah
Diskusi Publik Peran Strategis Pemuda dalam Menghadapi Kawasan Industri di Wilayah Kecamatan Cikarang Timur
Peningkatan Jalan Cilampayan–Cipayung Diduga “Curi Start”, Papan Proyek Nihil, Pengawas dan Konsultan Tak Terlihat, DSDABMBK Kabupaten Bekasi Diminta Buka Suara
Berita ini 4 kali dibaca
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa penggunaan busana adat bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kecintaan terhadap sejarah dan kebudayaan daerah.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:06 WIB

Ombudsman RI Turun ke Dinas PUPR Sungai Penuh, Pelayanan Publik Dievaluasi.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Dua Dugaan Korupsi Disorot JASTRA, Kejari Sumenep Janji Selidiki Ulang Rumah Produksi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Sumenep Connect Disiapkan, Lima Koridor Transportasi Bidik Konektivitas Wisata dan Pelabuhan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Musim Kemarau Rawan Kebakaran, Bupati Sumenep Tegas Larang Bakar Lahan dan Daun Kering Sembarangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Pendaftaran Calon Komisaris Utama PT Sumekar Diperpanjang hingga 2 November

Berita Terbaru