JAKARTA, TRANSJATIM.com – Mimpi menjadi pesepak bola profesional membutuhkan kerja keras, disiplin, dan kesempatan. Namun, bagi Alby Daryl Ghifary, pesepak bola remaja asal Yogyakarta, perjalanan mengejar impian itu pernah terbentur persoalan tinggi badan.
Saat berusia 11 tahun, Alby mengikuti seleksi untuk kejuaraan tingkat nasional. Dalam naskah kisah yang dipublikasikan terkait produk OTULGRO, disebutkan bahwa Alby tidak lolos seleksi karena tinggi badannya kurang sekitar dua sentimeter dari persyaratan yang ditetapkan.
Kabar tersebut tentu menjadi pukulan bagi Alby. Apalagi, ia disebut pernah meraih predikat pemain terbaik di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta dan menjadi pencetak gol terbanyak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegagalan itu membuat keluarganya berusaha mencari informasi mengenai cara mendukung pertumbuhan Alby agar tetap sehat dan mampu mengembangkan potensinya di lapangan hijau.
Berbagai Upaya Dilakukan Orang Tua
Ayah Alby kemudian mencoba mencari berbagai produk suplemen yang diharapkan dapat membantu mendukung pertumbuhan anaknya.
Namun, menurut kesaksian sang ayah dalam materi promosi OTULGRO, sejumlah produk yang telah dicoba sebelumnya belum memberikan hasil yang dirasakan sesuai harapan.
Sekitar enam bulan kemudian, ayah Alby mengenal OTULGRO melalui seorang teman yang disebut sebagai mantan kiper Arseto Solo.
Alby kemudian mengonsumsi produk bubuk kolagen rasa cokelat tersebut secara rutin, sebagaimana diceritakan dalam materi promosi produk itu.
Benarkah Tinggi Badan Alby Bertambah 23 Cm?
Materi promosi OTULGRO menyebutkan adanya peningkatan tinggi badan Alby selama periode pertumbuhan tersebut. Sang ayah juga dikisahkan melaporkan perubahan kondisi fisik dan aktivitas olahraga putranya.
Namun, klaim kenaikan tinggi badan hingga 23 sentimeter perlu diperjelas melalui catatan pengukuran yang konsisten, termasuk tinggi awal, tinggi akhir, serta rentang waktu pengukuran.
Hal penting lainnya adalah membedakan pertumbuhan alami pada masa pubertas dari pengaruh suatu produk tertentu. Tanpa penelitian yang memadai, peningkatan tinggi badan seseorang tidak dapat secara otomatis dianggap sebagai akibat konsumsi suplemen.
Kolagen juga tidak dapat dijadikan jaminan bahwa seorang anak akan tumbuh lebih tinggi. Pertumbuhan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk genetik, kecukupan gizi, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan.
Pertumbuhan Anak Bukan Sekadar Angka
Kisah Alby menjadi pengingat bahwa kegagalan dalam seleksi olahraga tidak seharusnya memadamkan semangat seorang anak untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.
Bagi orang tua, mendukung pertumbuhan anak berarti memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi, memberikan waktu istirahat yang cukup, serta memperhatikan kesehatan secara menyeluruh.
Jika pertumbuhan tinggi badan anak menjadi perhatian, konsultasi dengan dokter dapat membantu menilai pola pertumbuhannya berdasarkan usia dan kondisi kesehatan.
Sementara itu, setiap klaim mengenai manfaat OTULGRO perlu dinilai berdasarkan bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya berdasarkan satu kisah atau kesaksian pengguna.
Sebab, dalam dunia olahraga, tinggi badan mungkin menjadi salah satu faktor yang diperhatikan. Namun, kemampuan, teknik, ketekunan, dan kesempatan untuk berkembang tetap menjadi bagian penting dari perjalanan seorang atlet muda.
Editor : Liamsan











Komentar