SUMENEP, Transjatim.com – Jaringan Strategi Pemuda (JASTRA) menggelar aksi demonstrasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Jumat (30/10/2026). Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi dalam program rumah produksi wirausaha muda dan pengadaan logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dalam aksinya, JASTRA menuntut Kejaksaan bertindak tegas, transparan, dan tanpa tebang pilih terhadap setiap pihak yang diduga terlibat dalam persoalan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator JASTRA, Hasyim, menegaskan bahwa penggunaan anggaran negara harus dipertanggungjawabkan secara terbuka. Karena itu, seluruh tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan, penunjukan penyedia, pelaksanaan pekerjaan hingga realisasi pembayaran, harus diperiksa secara menyeluruh.
“Kami tidak ingin uang rakyat menjadi ladang kepentingan segelintir pihak. Supremasi hukum harus benar-benar ditegakkan, bukan sekadar menjadi slogan,” demikian tuntutan JASTRA.
JASTRA juga meminta Kejaksaan menelusuri nilai kontrak, spesifikasi pekerjaan, kewajaran harga, kualitas hasil pengadaan, serta kesesuaian antara pekerjaan yang dibayarkan dan hasil yang diterima.
Kejari Janji Tindak Lanjuti Dua Persoalan
Aksi tersebut mendapat respons dari pihak Kejaksaan. Terkait dugaan tindak pidana korupsi program rumah produksi wirausaha muda, pihak Kejaksaan menyampaikan akan melakukan penyelidikan ulang.
Sementara mengenai dugaan korupsi pengadaan logistik KPU, Kejari Sumenep menyatakan akan mengirimkan surat kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan segera mengekspos perkembangan penanganan perkara kepada media, termasuk berkaitan dengan penetapan tersangka.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian JASTRA. Mereka berharap komitmen yang disampaikan Kejaksaan tidak berhenti sebagai jawaban atas tuntutan demonstrasi, tetapi diwujudkan melalui langkah hukum yang konkret dan transparan.
JASTRA menegaskan, apabila ditemukan bukti pelanggaran hukum, seluruh pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan perundang-undangan tanpa memandang jabatan maupun kedudukan.
Bagi JASTRA, pengusutan dua persoalan tersebut bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, melainkan juga menyangkut kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.
“Usut tuntas, buka fakta, tegakkan hukum tanpa pandang bulu!” menjadi pesan utama yang disuarakan dalam aksi tersebut.
Editor : Liamsan











Komentar