Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kebun Jeruk Banyuwangi, Momentum Perkuat Cinta dan Teladan Akhlak Rasulullah

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KH. Abdul Ghopar mengajak jamaah untuk tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW

KH. Abdul Ghopar mengajak jamaah untuk tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW

BANYUWANGI,  TransJatim.Com – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar warga lingkungan Kebun Jeruk, RT 003 dan RT 004, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Minggu malam (13/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur, kecintaan sekaligus penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Peringatan Maulid juga menjadi ruang bagi jamaah untuk kembali mengingat sejarah perjalanan dakwah, perjuangan serta akhlak mulia Rasulullah SAW.

Dalam tausyiahnya, KH. Abdul Ghopar mengajak jamaah untuk tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memahami besarnya perjuangan Rasulullah dalam membawa umat manusia dari kehidupan yang penuh kegelapan menuju jalan yang terang benderang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan Rasulullah SAW, kata KH. Abdul Ghopar, menjadi pelajaran penting bagi umat Islam. Dakwah yang dibawa Nabi Muhammad SAW mengajarkan manusia untuk meninggalkan keburukan dan kehidupan yang jauh dari tuntunan Allah SWT, kemudian menuju kehidupan yang berlandaskan keimanan, ketakwaan dan akhlak.

Tausyiah tersebut semakin menghidupkan suasana Maulid, karena jamaah diajak untuk melihat kembali bagaimana Rasulullah SAW menghadapi berbagai tantangan dalam menyampaikan risalah. Perjuangan beliau menjadi teladan agar umat senantiasa memiliki kesabaran, keteguhan hati dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

KH. Abdul Ghopar juga menekankan pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus tercermin melalui perilaku, tutur kata, kepedulian terhadap sesama serta sikap menjaga hubungan baik di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat. Jamaah diajak untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga silaturahmi dan menciptakan kehidupan lingkungan yang rukun. Nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah SAW diharapkan mampu menjadi pedoman dalam membangun hubungan antarsesama.

Sementara itu, Sujarwo selaku Bendahara Panitia mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk ungkapan rasa syukur, cinta dan penghormatan masyarakat kepada Rasulullah SAW.
“Peringatan Maulid Nabi ini sebagai ungkapan rasa syukur, cinta dan penghormatan kita kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kita juga ingin mengenang sejarah perjuangan beliau serta meneladani akhlak mulia yang diajarkan kepada umat,” ujar Sujarwo.

Menurutnya, pesan yang disampaikan dalam tausyiah KH. Abdul Ghopar diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi pengingat bagi jamaah untuk mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan nyata.

“Harapannya, apa yang kita dengarkan malam ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, menjaga silaturahmi dan mengamalkan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Kebun Jeruk RT 003 dan RT 004 tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Warga dan jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias, terlebih saat tausyiah yang mengulas kembali perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, warga Kebun Jeruk berharap kecintaan kepada Rasulullah semakin tumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya mengenang sejarah perjuangan Nabi, tetapi juga menghadirkan nilai kesabaran, kasih sayang, persaudaraan dan akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian, Maulid Nabi bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri—menjadikan perjuangan Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus berjalan dari kegelapan menuju kehidupan yang lebih baik, penuh keimanan, persaudaraan dan akhlak.(Agus)

Editor : Liamsan

Follow WhatsApp Channel transjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ramai Curhat Gubernur Sherly soal Sertifikasi Tanah ATR/BPN di Tengah Skandal Suap Anak Buah Nusron Wahid
Nusron dan Raja Juli, Kapan Dicopot? Jangan Biarkan Menteri Mencoreng Nama Pemerintahan Prabowo
Menakar Benang Kusut Bencana Ekologis: Korporasi Hukum Tumpul, Eko Gagak Angkat Suara
Ribuan Warga Hegarmanah Padati Kampanye Nursidik, Antusiasme Meluap
Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak di Sekolah, Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Pelajar
Polresta Sumenep Dirikan Tiga Posko Terpadu Tanggap Darurat Terkait Hilang Kontak KM Virgo Transport 8
Rating Bank BJB Turun, Pemegang Saham Daerah Perlu Perketat Pengawasan Kredit
PEFINDO Turunkan Rating Bank BJB, Kualitas Kredit Jadi Sorotan
Berita ini 75 kali dibaca

2 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:08 WIB

Ramai Curhat Gubernur Sherly soal Sertifikasi Tanah ATR/BPN di Tengah Skandal Suap Anak Buah Nusron Wahid

Kamis, 17 September 2026 - 19:38 WIB

Nusron dan Raja Juli, Kapan Dicopot? Jangan Biarkan Menteri Mencoreng Nama Pemerintahan Prabowo

Selasa, 15 September 2026 - 15:56 WIB

Menakar Benang Kusut Bencana Ekologis: Korporasi Hukum Tumpul, Eko Gagak Angkat Suara

Selasa, 15 September 2026 - 12:47 WIB

Ribuan Warga Hegarmanah Padati Kampanye Nursidik, Antusiasme Meluap

Senin, 14 September 2026 - 14:36 WIB

Kapolresta Sumenep Pimpin Upacara Serentak di Sekolah, Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Pelajar

Berita Terbaru