TRANSJATIM.Com – Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Garibaldi Thohir alias Boy Thohir secara resmi mengirim putra-putri terbaik Tanah Air untuk menempuh pendidikan di Tianjin University, China.
Pelepasan tersebut dilakukan Boy Thohir bersama Ketua Umum Yayasan Warga Bumiputra Indonesia (YWBI), AM Hendropriyono pada acara Pelepasan Penerima Beasiswa di Jakarta, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Boy Thohir mengatakan, pendidikan di China berkembang sangat pesat sehingga dapat menjadi salah satu pilihan bagi talenta Indonesia untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi atau bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin berperan lebih dalam lagi, yaitu dengan inisiatif kami bekerja sama dengan Universitas Tianjin untuk mengirim beberapa putra-putri terbaik dari Indonesia,” kata Boy Thohir.
Menurut Boy Thohir, para penerima beasiswa tidak hanya diharapkan memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi juga mempelajari faktor yang membuat China mampu mengalami kemajuan dalam tiga dekade terakhir.
“sehingga mereka bisa mengenyam pendidikan, terutama dalam bidang STEM yang begitu sangat maju,” tambahnya.
Ingatkan Kembali Pulang Membangun Negeri
Boy Thohir berharap para penerima beasiswa dapat menyerap ilmu dan pengalaman selama menjalani pendidikan di China.
Setelah menyelesaikan studi, mereka diharapkan kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.
“Kami berharap adik-adik semua bisa kembali ke tanah air untuk memberikan yang terbaik untuk negara tercinta yang kita cintai ini,” ungkap Boy Thohir.
Dalam kesempatan yang sama, Hendropriyono mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pengiriman talenta-talenta muda potensial untuk menempuh pendidikan di China.
“Langkah ini penting untuk mencetak generasi yang mampu menguasai teknologi dan berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia,” terang Hendropriyono.
Sasar Talenta Muda yang Terkendala Biaya
Hendropriyono mengatakan, program tersebut menyasar anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan akademik dan potensi besar, tetapi terkendala kemampuan finansial untuk melanjutkan pendidikan.
“Kita akan mengirim putra-putri Indonesia terbaik yang memang punya potensi supaya gampang untuk dibentuk menjadi kekuatan dan Maju, dan orang terutama yang tidak mampu secara finansial karena bangsa kita ini masih lebih banyak yang miskin,” ujar Hendropriyono.
Hendropriyono mengakui, ketatnya persyaratan menjadi salah satu alasan jumlah mahasiswa yang lolos masih terbatas.
Kendati demikian, ia menilai para penerima beasiswa mahasiswa tersebut merupakan talenta yang memiliki kemampuan akademik luar biasa.
“Kita akan mengirim putra-putra Indonesia terbaik yang memang punya potensi supaya gampang untuk dibentuk menjadi kekuatan dan maju, terutama orang yang tidak mampu secara finansial,” tandas Hendropriyono.
Editor : Liamsan













Komentar